… karena, bukankah kritikus paling keras itu adalah diri sendiri?

Ciyeeh~

Namun, ini bukan kritik keras terhadap diri saya sendiri. Saya cuma mau bikin catatan. Siapa tahu ada yang mau bikin weekly vlog kayak saya juga, setidaknya, kalo kamu mau, kamu bisa ngebaca ini dan mempertimbangkan strategi kalian.

1. Harus ada yang diomongin!

Kalo cuma ngeliatin keindahan kota Sydney atau kegiatan aja … at some point, semua itu akan hanya jadi pengulangan yang membosankan. Jadi, kayaknya … dan ini persangkaan saya, buat bikin weekly vlog dengan konsep kayak yang saya kerjain ini perlu ada yang diomongin setiap kali.

Vlog dengan konsep kayak gini, kan, bukan video komentator yang bisa dibuat setiap kali ada berita atau sesuatu yang ramai di sosial media, jadinya emang dasar dari pembuatannya sendiri musti kuat; hidup saya musti bisa diberitakan dan menarik–setidaknya buat yang mau nonton. Poinnya; harus ada value-nya dan itu enggak bisa pamer doang. Huft.

Jadi, di awal pekan ini, setelah mempelajari dua vlog saya yang udah tayang, saya pun membuat pecahan topik tiap pekan yang bisa dibahas dan ada hubungannya dengan Poddium.

2. Buat Rekaman Itu Sesimpel dan Semudah Mungkin

Sejak awal, saya udah bertekad untuk lebih memperhatikan apa yang saya omongin (konten) dibanding urusan stilistiknya (filter, angle, dan sebagainya). Semakin mudah pengambilan videonya, semakin ringan saya bikinnya. Semakin ringan bikinnya, semakin mudah buat konsisten. Saya ngerjain semuanya sendiri dan ini bukan pekerjaan dan urusan utama saya, jadi … saya harus mengalokasikan pikiran dan tenaga ‘secukupnya’. Enggak bisa too much effort karena konsistensi itu yang perlu dikejar sekarang.

Sekarang ini, saya bikin rekaman per sekian menit sekali, maksimal lima menit, saya upload ke G-Drive, dan saya edit di Macbook. That’s it. Sesimpel itu. Dari kumpulan rekaman raw yang maksimal lima menitan itu, saya potong bagian yang paling menarik atau saya anggap perlu saya share di sosial media untuk jadi reels. Ini juga harus ringan dan sekali jadi karena lagi-lagi, target saya bukan traction tetapi saya hadir dulu secara konsisten untuk dokumentasi.

3. Sambil Jalan, Sambil Dibenerin

Saya bikin vlog ini dengan semangat: Bikin dulu, perbaiki kemudian.

Pokoknya bikin dulu. Ada dulu. Sambil dibikin, sambil nambah jam terbang, sambil nyari tahu kurangnya di mana trus diperbaiki.

Saya sendiri enggak tahu apakah performa reels saya di sosial media cukup baik karena sejujurnya, saya belum mau menghitung itu. Kalo jumlah views di YouTube udah jelas sangat rendah, sih. Dan, itu semua enggak apa-apa.

Mulai dulu, bikin dulu, dibikin gampang, diperbaiki sambil jalan.

Itu aja.

Trus … ternyata saya SENENG BANGET ngerjain ini semua. Hahahaaa~

Gitu dulu catetannya. Kalo ada yang baru lagi, nanti dibikin post baru lagi.

Manteman apa kabar?

Udah marahin pemerintah hari ini?

(づ ̄3 ̄)づ╭❤️~

Visited 11 times, 1 visit(s) today

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.