Sejak awal Ramadan, saya dan si Tuan berhasil tidur malam jam 22an dan bangun jam 3 dini hari. Setelah subuh tidur lagi buat nambahin jam tidur dan ngisi tenaga karena hari yang panjang–dan panas–di Ramadan ini.

Ternyata, kalo dipaksa … saya bisa tidur cepet, ya. 😀

Photo by Yosef Futsum on Unsplash

Kadang saya make Ramadan bua ngebenerin jadwal karena sebenernya sepanjang Ramadan, tuh, kayak hidup jadi ideal gitu, tetapi … biasanya enggak bertahan lama. 2-3 bulan, udah ngaco lagi jadwalnya. Hiks.

Di tiga hari belakangan, saya juga jadi agak jarang buka sosmed karena emang enggak sempet aja. Saya enggak tahu ini bagus atau enggak. Enggak sempetnya saya itu, di hari-hari awal ini, bisa jadi karena saya kewalahan aja, sih, bukan karena saya di penjadwalan yang bagus.

Saya masih mikir-mikir buat nyeritain lebih banyak hal yang personal tentang yang saya pikirin setahun belakangan. Saya, tuh, ternyata banyak mikir selama ini. Berusaha menjejakkan semua pikiran di tempatnya masing-masing sebelum mulai melakukan sesuatu. Termasuk pikiran tentang; kenapa, ya, semua kemudahan ini ngebuat saya sampai ke tempat ini.

Nanti, yah….

InsyaAllah.

Di hari berikutnya~

Visited 3 times, 3 visit(s) today

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.